Database (Manage Data) merupakan proses penting dari suatu pengelolaan Sistem Informasi Akademik (SIAK). SIAK dewasa ini menjadi tolok ukur terhadap ukuran kinerja suatu organisasi Perguruan Tinggi. Namun, di sisi lain, secanggih apapun Teknologi Database yang digunakan, dan sebaik apapun Sistem Manajemen Database yang diterapkan, selalu ada IT Risk yang tersisa (Residual Risk) yang harus diwaspadi karena memiliki dampak yang serius. Rendahnya sebagian besar tingkat kematangan Tata Kelola SIAk secara keseluruhan di Perguruan Tinggi di Jawa Timur, menurut penelitian Mutyarini Cs dan Lidya J , yaitu sebesar 1,4. Menyebabkan perlunya juga dilakukan penelitian khusus terhadap salah satu elemen penting SIAK, yaitu DATABASE. Database menurut COBIT, harus dikelola pula (sebagaimana IT Process lain), berdasarkan Control Objective yang telah ditetapkan untuk IT Process DS-11 (Manage Data). Karena rendahnya Level Kematangan SIAk tersebut, menunjukkan terdapat beberapa IT Risk yang bisa berdampak serius terhadap keakurasian data. COBIT Control Objective for IT and its related) merupakan salah satu IT Framework terbaik saat ini yang telah menjadi Best Practice (“accepted”), karena keakurasiannya didalam memetakan IT Risk dan menetapkan control yang sesuai dari berbagai IT Process didalam suatu organisasi. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil. Bahwa Perguruan Tinggi di Kota Bandung juga umumnya masih mengela Database dari Sistem Informasi Akademik pada Level Kematangan 2, yaitu “Repeatable but Intuitive”. Artinya, sudah dilakukan berdasarkan manajemen yang terpola, namun belum sistematis (defined). Banyak keputusan terkait “Manage Data” yang dilakukan secara spontan dan responsif berdasarkan situasi yang ada saat. Sehingga disimpulkan, bahwa masih cukup banyak IT Risk di dalam pengelolaan database dari Sistem Informasi Akademik (SIAK) di beberapa Perguruan Tinggi di Kota Bandung, yang belum ditangani dengan sistematis dan efektif.
Copyrights © 2021