Pembangunan berkelanjutan menjadi tujuan utama dalam pelaksanaan pemerintahan pada berbagai negara di dunia. Konsep yang dianut dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yaitu konsep segitiga pembangunan berkelanjutan: society (masyarakat), ekonomi (profit), dan lingkungan. Penelitian tentang kemampuan tanaman untuk mereduksi dan mengangkut zat polutan terutama logam berat hingga saat ini terus dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi. Jenis tanaman hyperaccumulator masih sangat terbatas, oleh karenanya penelitian yang mengarah kepada pencarian jenis tanaman tersebut masih sangat diperlukan. Penulis ingin melakukan penelitian tentang Hasil Pengukuran Limbah Simulasi Tumbuhan (Typha Latifolia, Enceng Gondok, Kiambang) dalam menyerap logam berat. Tujuan penelitian untuk mendapatkan hasil pengukuran tumbuhan fitoremediasi pada limbah simulasi dalam menyerap logam berat. Limbah simulasi yang digunakan untuk ketiga tumbuhan (Typha Latifolia, Enceng Gondok dan Kiambang) adalah dengan konsentrasi 200 ppm, 150 ppm, 100 ppm dan kontrol awal. Hasil analisa yang paling tinggi pengukuran yang paling tinggi didapat pada limbah simulasi tumbuahan typha latifolia dengan 100 ppm sebesar 25,1 gram dan diikuti dengan enceng gondok 100 ppm sebesar 18,8 gram. Dilihat dari akumulasi ketiga tumbuhan dan ketiga perbedaan limbah simulasi maka tumbuhan typha latifolia yang mempunyai hasil pengukuran yang terbaik. Ini membuktikan tumbuhan typha latfolia mempunyai daya serapan untuk logam berat yang tinggi.
Copyrights © 2019