Gempa dan tsunami pada akhir tahun 2004 memberi dampak tidak langsung saat ini berupakerusakan struktur beton bertulang pada bangunan terkena tsunami, salah satunya adalah gedung Dinas Syariat Islam Aceh di Banda Aceh. Tujuan penelitian untuk mengetahui kekuatan kolombeton bertulang yang terkena tsunami dan membandingkan dengan yang tidak kena tsunami.Penelitian dilakukan pada bangunan gedung Dinas Syariat Islam Aceh, setelah 12 tahun kenatsunami. Evaluasi dilakukan secara visualisasi dan tinjauan ke lapangan (filed research) danpengujian kekuatan beton dilakuan uji tak merusak (non destructive test) menggunakan ConcreteHammer Test. Analisis hasil visualisasi di lapangan dilakukan dengan penyesuaian tingkatkerusakan bangunan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor. 24/PRT/M/2008tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawataan Bangunan Gedung. Pengujian kekuatan betondengan membandingkan hasil uji beton pada bagian struktur kolom terkena tsunami denganbagian yang tidak kena tsunami dalam skala Rebound. Hasil evaluasi visual menunjukkan bahwakolom struktur beton bertulang yang sudah kena tsunami mengalami kerusakan berupa retak padabagian kolom, terkelupas selimut beton, terjadi korosi pada tulangan, sampai tulangan sengkangdan tulangan utama putus. Kondisi ini tergolong dalam tingkat kerusakan rusak berat dimanakerusakan terjadi pada sebagian besar komponen struktural. Hasil pengujian terhadap kekuatanbeton menunjukkan bahwa kekuatan kolom bulat tidak kena tsunami dan kekuatan kolom terkenatsunami masing-masing rata-rata 25,67 skala Rebound dan 20,00 skala Rebound, mengalamipenurunan kekuatan rata-rata sebesar 22%. Kekuatan kolom persegi tanpa terkena tsunami danterkena tsunami masing-masing rata-rata sebesar 25,25 skala Rebound dan 17,42 skala Rebounddengan penurunan kekuatan rata-rata sebesar 31,02%.
Copyrights © 2017