Studi ini bertujuan untuk memahami proses berpikir dan ide matematik siswa yang berbeda karakteristik dalam memecahkan soal Higher Order Thinking (HOT). Sampel terdiri dari siswa SMA kelas XI sejumlah 80 orang yang berbeda karakteristik sekolahnya, yaitu SMAN Unggul Sigli (mayoritas etnis Aceh), SMAS Methodis Banda Aceh (mayoritas etnis Cina) dan SMAS Sukma Bangsa Sigli (etnis Campuran). Metode penelitian adalah eksperimental dan dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Temuan studi ini antara lain mayoritas etnis Cina berhasil mendominasi kemampuan berpikir tingkat tinggi berdasarkan indikatornya masing-masing kemampuan menganalisis (80%); evaluasi (60,3%); dan kreasi (71,3%). Mayoritas etnis Aceh unggul pada soal nomor 2, mayoritas etnis Cina unggul pada sola nomnor 1 dan 3, sedangkan siswa etnis Campuran unggul pada soal nomor 4. Analisis kualitatif dilakukan untuk memahami lebih mendalam ide dan proses berpikir matematik siswa dalam menjawab soal HOT. Hasil analisis kualitatif menunjukkan bahwa sampel mayoritas etnis Cina lebih suka menggunakan mathematical axpression dan written texs, sedangkan sampel etnis Aceh dan Campuran lebih suka menggunakan visual konkrit dan written texs dalam menjawab soal-soal HOT.
Copyrights © 2019