Pintu kayu merupakan produk unggulan yang ditujukan untuk dapat memenuhi kebutuhan ekspor hasil hutan. Permaslahan yang seringkali ditemui oleh perusahaan adalah terjadinya kecacatan produk dalam proses produksi pintu kayu serta ditemukannyabeberapa aktivitas yang termasuk tidak memberikan efek nilai tambah. Bentuk kecacatan yang umumnya ditemukan pada pintu kayu diantaranya ketidak sempurnaan proses perakitan, pengeleman, dan pewarnaan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menghasilkan perbaikankualitas pintukayudengan cara meminimalkan produk cacat. Lean Six Sigma digunakan sebagai metode mengidentifikasi penyebab kecacatan. Hasil analisis menunjukan bahwa faktor utama dari kecacatan disebabkan oleh kurang terampilnya operator serta adanya gangguan mesin saat pengoperasian sehingga produk tidak sesuai dengan kualitas yang diharapkan. Usulan perbaikan untuk mengatasi permasalahan ini adalahmemberikan pelatihan dan ketrampilan kerjabagi operator, menyusun jadwal rencana perawatan mesin dan membuat prosedur aktifitas produksi pada bagian pengeleman, pewarnaan dan bagian perakitan.
Copyrights © 2016