Abstrak – Identifikasi binatang berfungsi untuk mengetahui keberadaan dan status populasinya. Proses identifikasi dapat dilakukan melalui jejak kaki yang ditinggalkan. Beberapa jenis binatang memiliki kemiripan pola jejak kaki, sehingga cukup sulit untuk membedakannya. Jejak kaki macan dan anjing memiliki kemiripan yang bagi masyarakat awam akan kesulitan untuk membedakan kedua jenis binatang tersebut. Terlebih lagi macan merupakan jenis binatang buas yang membahayakan bagi masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di daerah hutan. Untuk membedakan kedua jenis binatang tersebut, dilakukan dengan mengenali pola jejak kaki yang ditinggalkan di tanah, pasir, dan lumpur. Data yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 34 gambar, dengan masing-masing 17 gambar untuk jejak macan dan anjing. Pengenalan pola/fitur jejak kaki macan dan anjing memanfaatkan momen invarian dan jaringan saraf tiruan backpropagation. Momen invarian digunakan untuk mengekstraksi fitur yang dimiliki oleh gambar jejak kaki macan dan anjing, sedangkan backpropagation digunakan untuk mengklasifikasikan jenis jejak tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstraksi fitur dengan menggunakan momen invarian bernilai tetap terhadap perubahan posisi dan penskalaan. Metode backpropagation yang digunakan untuk identifikasi jejak macan dan anjing, memberikan persentase pengenalan sebesar 100% terhadap 10 data yang dilatihkan, dan mencapai 54,17% terhadap 24 data non-latih (data uji). Hal ini menujukkan bahwa sistem dapat mengidentifikasi macan dan anjing berdasarkan jejak kaki yang ditinggalkan.
Copyrights © 2022