Menurut WHO padatahun 2010, memperkirakan angka kematian Ibu di dunia dengan penyebab ketuban pecah dini 20%. Data yang diperolehdari RSUD Raden Mattaher diketahui bahwa kasus ketuban pecah dini pada ibu bersalin dari Januari – Desember 2018 sebanyak 67 kasus dari jumlah ibu bersalin sebanyak 727 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paritas dan kelainan letak janin dengan kejadian ketuban pecah dini di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi. Penelitian ini menggunakan analitik case control. Populasi penelitian ini yaitu kelompok kasus (case) ibubersalin dengan KPD, kelompokkontrol (control) ibubersalin normal, diambil dengan teknik total sampling pada sampel kasus dan purposive sampling pada sampel kontrol. Hasil penelitian bahwa 98 responden (73,1%) mempunyai paritas tidak beresiko, sebanyak 104responden (77,6%) dengan letak normal dan sebanyak 67responden (50%) mengalami KPDdansebanyak 67responden (50%) tidak mengalami KPD. Ada hubunganparitas (p value=0,003, OR=3,615) dan kelainan letak (p value=0,007, OR=3,606) dengan kejadian KPD dengan p-value< 0,05. Dapat disimpulkan bahwa paritas dan kelainan letak mempengaruhi kejadian KPD pada ibu bersalin
Copyrights © 2019