Tingginya angka kematian ibu merupakan masalah besar yang terjadi dalam bidang kesehatan. Angka kematian ibu di Indonesia masih tertinggi di ASEAN. Persalinan merupakan hal yang sangat ditunggu oleh ibu hamil. Tapi dalam persalinan dan setelah melahirkan adalah suatu yang rawan bagi ibu untuk mengalami perdarahan yang begitu hebat. Penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan 67% (atonia uteri sebesar 22,88%, sisa plasenta sebesar 19,40%, retensio plasenta sebesar 40,30%, dan persalinan dengan laserisasi jalan lahir sebesar 16,42%). Perdarahan terjadi 10 kali lebih sering pada saat persalinan (Arifin, 2012).Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubunganusia dan paritas ibu bersalin dengan kejadian retensio plasenta di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Provinsi Jambi tahun 2019.Hasil penelitian diperoleh ada hubungan antara usia dengan kejadian retensio plasenta di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dengan nilai p value 0,001 dan tidak ada hubungan antara paritas dengan kejadian retensio plasenta di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi nilai p value 0,102. Diharapkan hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan informasi guna melakukan pencegahan dini terhadap kejadian retensio plasenta, karena sebagian besar kejadian kejadian retensio plasenta dapat diprediksi sebelumnya. ) Kata Kunci : Usia, Paritas, Retensio Plasenta
Copyrights © 2020