ABSTRACTMany factors, one of which is an economic problem which requires parents to marry off their children to ease the burden on their parents. Marriages carried out by children in the Besuki Village area, Situbondo Regency, are motivated by many factors, one of which is economic problems which require parents to marry off their children to ease the burden on parents, apart from that the most common factor is promiscuity which causes a child required to carry out marriages to account for the consequences of the impacts carried out. This writing is motivated by the existence of problems, namely, the conception of underage marriage according to Law Number 16 of 2019, as well as the legal consequences of underage marriage in Besuki Village, Besuki District, Situbondo Regency. -Law Number 16 of 2019. This research is an empirical juridical research, using a sociological juridical approach and a case approach.Keywords: Marriage, Legal Consequences, Children.ABSTRAKBanyak faktor salah satunya masalah ekonomi yang dimana mengharuskan orang tua untuk menikahkan anaknya untuk meringankan beban orang tua. Perkawinan yang dilakukan oleh anak di wilayah Desa Besuki Kabupaten Situbondo, dilatar belakangi banyak faktor salah satunya masalah ekonomi yang dimana mengharuskan orang tua untuk menikahkan anaknya untuk meringankan beban orang tua, selain dari pada itu faktor yang paling banyak terjadi adalah pergaulan bebas yang menyebakan seorang anak diharuskan untuk melangskukan perkawinan untuk mempertanggungjawabkan akibat dari dampak yang dilakukan.Penulisan ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan yaitu, Konsepsi perkawinan di bawah umur menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019, Serta akibat hukum perkawinan di bawah umur di Desa Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Menurut Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019.Penelitian ini merupakan penelitian bersifat yuridis empiris, dengan menggunakan pendekatan yuridis sosiologis dan Pendakatan Kasus.Kata Kunci: Perkawinan, Akibat Hukum, Anak.
Copyrights © 2022