ABSTRACTThis thesis is motivated by the still rampant crime of robbery that occurred in the city of Surabaya from 2018, 2019 and 2020 which is very disturbing to the public. Not a few victims who experienced beheading, resulting in loss of property and even life. The problems raised by the author are the form of the modus operandi, the factors of occurrence and efforts to overcome the crime of robbery in the East Java Regional Police jurisdiction. This research is an empirical juridical research using a sociological approach and legislation. The results of this study indicate that the modus operandi of the perpetrators of the crime of robbery is carried out by carrying firearms, sharp weapons and even explosives, in groups and by following the perpetrators at vulnerable hours by targeting quiet areas in Surabaya. Factors that occur in the area of the East Java Police are economic factors, education, environment, alcohol and drugs and the scene of the crime. Efforts made in committing the crime of robbery are with pre-emptive, preventive and repressive efforts.Keywords: Criminology, Robbery Crime, Police ABSTRAKSkripsi ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya kejahatan begal yang terjadi di Kota Surabaya dari tahun 2018, 2019 dan 2020 yang sangat meresahkan masyarakat. Tidak sedikit korban yang mengalami pembegalan, sehingga mengalami kehilangan harta benda bahkan nyawa. Adapun permasalahan yang diangkat oleh penulis adalah bentuk modus operandi, faktor terjadinya dan upaya penanggulangan kejahatan begal di wilayah hukum Kepolisian Daerah Jawa Timur. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan menggunakan metode pendekatan sosiologis dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian ini bahwa modus operandi pelaku kejahatan begal dilakukan dengan cara membawa senjata api, senjata tajam bahkan bahan peledak, secara berkelompok dan dengan cara pelaku membuntuti korban pada jam rawan dengan mengincar daerah sepi di Surabaya. Faktor terjadinya kejahatan begal di wilayah hukum Polda Jatim antara lain faktor ekonomi, pendidikan, lingkungan, minuman keras dan narkoba serta tempat kejadian perkara. Upaya yang dilakukan dalam melakukan kejahatan begal yaitu dengan upaya pre-emtif, preventif dan represif.Kata Kunci: Kriminologi, Kejahatan Begal, Kepolisian
Copyrights © 2021