Didalam penyaluran energi listrik di industri khususnya di PT.Semen Indonesia proteksi berperan penting terhadap sistem kelistrikan serta peralatannya. Sistem proteksi berperan penting dalam mendeteksi adanya gangguan dan dapat mencegah kerusakan yang diakibatkan gangguan. Dengan menggunakan software ETAP 7.0 dilakukan analisa pemodelan sistem dengan melakukan simulasi relay SPAJ 140C menggunakan CT 1250/5 dengan setting pickup 0,5 didapatkan hasil arus gangguan masih cukup besar sehingga masih berpotensi terjadi gangguan pada circuit breaker Incoming diatasnya (HVS 31A). Kemudian dilakukan perbaikan dengan melakukan simulasi UR F35 GE Multilin dengan rating CT 1250/5 dan setting pickup 0,016 dari hasil simulasi tersebut didapatkan bentuk kurva koordinasi antara kedua relay pengaman trafo kontrol dan bus 20kV semakin berjauhan sehingga koordinasi proteksi lebih aman tetapi nilai arus tidak dapat ditampilkan secara nyata dikarenakan nilai rating CT yang terlalu besar sedangkan load hanya sebesar 23,4kVA/61,57A. Dari hasil simulasi software ETAP 7.0 didapatkan solusi dengan menggunakan relay UR F35 GE Multilin didapatkan koordinasi relay yang lebih aman dan mampu melindungi peralatan jika terjadi gangguan.Kata kunci: Rele pengaman, koordinasi.
Copyrights © 2017