Setiap laporan keuangan jika dibandingkan dengan aktiva lain, kas merupakan aktiva yang paling banyak terlibat dalam transaksi perusahaan. Oleh karena itu kas mutlak diperlukan bagi perusahaan untuk menjalankan usahanya. Dengan berkembangnya suatu perusahaan maka semakin besar persoalan yang dihadapi, sehingga perusahaan membutuhkan suatu sistem untuk mengawasi dan menekan terjadinya penyelewengan dalam perusahaan, untuk itu perlu direncanakan sistem pengendalian intern pada perusahaan. Terutama pada prosedur penerimaan dan pengeluaran kas untuk menjamin kelancaran dan keselamatan perusahaan. Semakin berkembangnya perusahaan maka masalah yang dihadapi semakin komplek, sehingga perlu adanya pendelegasian wewenang. Ciri-ciri pokok sistem pengendalian intern adalah struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tepat, sistem wewenang, dan prosedur pembukuan yang baik, praktek-praktek yang sehat, pegawai yang cakap yang sesuai dengan tanggung jawab. Dalam pembahasan sistem pengendalian intern terhadap penerimaan dan pengeluaran kas tidak lepas dari masalah sistem akuntansi yang berhubungan dengan kas. Dalam membahas sistem pengendalian intern terhadap penerimaan dan pengeluaran kas ini, penulis melakukan pengujian kepatuhan dengan menggunakan Atributte Sampling model stop or-go sampling dengan hasil untuk prosedur penerimaan kas tidak efektif sedangkan untuk prosedur pengeluaran kas efektif. Kata kunci : sistem pengendalian intern, penerimaan kas, pengeluaran kas
Copyrights © 2007