Masalah kesehatan mental yang tinggi mengakibatkan penurunan peran akademik , mahasiswa yang mengalami trauma berulang perlu melakukan konseling agar potensinya dapat berkembang secara optimal, mampu mengatasi masalahnya serta mampu menyesuaikan diri di tengah perubahan yang sering terjadi. Belum adanya pemeriksaan kesehatan yang rutin dilakukan oleh mahasiswa menyebabkan diperlukannya sebuah cara untuk mendukung dalam pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan sebuah metode untuk mendeteksi secara dini tingkat kesehatan mental mahasiswa dengan metode fuzzy simple additive weighting yang hasilnya dapat menjadi rekomendasi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan menggunakan 10 sampel data mahasiswa yang telah menjawab pertanyaan self reporting questionnaire (SRQ-20) dengan tingkat yang berbeda-beda yaitu : 5 mahasiswa yang direkomendasikan memiliki tingkat kesehatan mental berat, 4 mahasiswa direkomendasikan memiliki kesehatan mental sedang dan 1 mahasiswa memiliki tingkat kesehatan ringan. Untuk mahasiswa yang memiliki kesehatan berat dan sedang maka diperlukan konsultasi psikologis secara rutin.
Copyrights © 2022