Latar Belakang: Bidikmisi merupakan program bantuan berupa biaya pendidikan dari pemerintah untuk mahasiswa di Perguruan Tinggi. Mahasiswa penerima diikat oleh beberapa syarat yang harus dipenuhi hingga pendidikan selesai. Sebagian mahasiswa dapat menjalani hal ini dengan baik, namun sebagian yang lain ada yang merasa cemas dengan tingkat kecemasan yang berbeda-beda. Efikasi diri berperan penting dalam menentukan seberapa besar keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam melakukan sesuatu, termasuk mengendalikan rasa cemas yang dialami individu. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dan bersifat korelasional. Sampel diambil dengan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden 41 orang mahasiswa Bidikmisi S1 Keperawatan UNTAN yang terdiri dari angkatan 2017, 2018, 2019 dan 2020. Pengambilan data menggunakan kuesioner ZSAS dan GSE. Uji statistik menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan 92,7% responden mengalami cemas ringan dan 7,3% cemas sedang. Kemudian 97,6% responden memiliki efikasi diri tinggi dan 2,4% efikasi diri rendah. Hasil uji bivariat didapatkan nilai p=0,000 dan Correlation Coefficient (Ï) = -0,563. Kesimpulan: Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan kuat negatif antara efikasi diri dengan tingkat kecemasan mahasiswa Bidikmisi S1 Keperawatan UNTAN dalam menjalani perkuliahan. Semakin tinggi efikasi diri, maka semakin rendah tingkat kecemasan yang dialami.
Copyrights © 2021