Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Vol 5 No 1 (2022): Medika Kartika : Jurnal Kesehatan dan Kedokteran

EFEKTIVITAS ASAP CAIR KULIT KOPI (Coffea sp) SEBAGAI ANTISEPTIK TERHADAP MIKROBA SECARA IN VITRO dan IN VIVO

Anzar irawan saepul (anzar irawan saepuil)
Sindi Pitrianingsih (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Institut Kesehatan Rajawali, Bandung, Jawa Barat, Indonesia)
Ahmad Sodikin (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Institut Kesehatan Rajawali, Bandung, Jawa Barat, Indonesia)
Feldha Fadhila (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Institut Kesehatan Rajawali, Bandung, Jawa Barat, Indonesia)
Yayan Maryana (Program Studi Teknologi Laboratorium Medik Institut Kesehatan Rajawali, Bandung, Jawa Barat, Indonesia)
Alfi Rumidatul (Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
30 Mar 2022

Abstract

Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri dan jamur, pencegahannya dapat diatasidengan antiseptik tetapi penggunaan antiseptik dapat menimbulkan efek samping sepertiiritasi ringan sampai kerusakan jaringan sehingga diperlukan antiseptik alternatif. Asap cairkulit kopi berpotensi sebagai antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitasasap cair kulit kopi sebagai antiseptik terhadap pertumbuhan mikroba secara in vitro denganmenggunakan uji daya hambat dan in vivo menggunakan metode swab test pada telapaktangan. Hasil uji in vitro diperoleh zona hambat asap cair kulit kopi terhadap Escherichia coliATCC 25922 adalah 1,16 mm (konsentrasi 50%), 1,6 mm (konsentrasi 75%), dan 2,1 mm(konsentrasi 100%). Pada Staphylococcus aureus ATCC 25923 adalah 2,0 mm (konsentrasi50%), 2,8 mm (konsentrasi 75%), dan 3,3 mm (konsentrasi 100%), pada Aspergilus flavusATCC 9643 dan Candida albicans ATCC 10231 belum mampu menghambat. Hasil uji invivo menunjukkan efektivitas penurunan pertumbuhan pada bakteri sebesar 72,75 % danjamur sebesar 65,75% sedangkan dari data kuesioner responden diperoleh hasil 75%responden menyukai warna, 50% menyukai aroma, 91,67% tidak menimbulkan kekeringan,dan 75% tidak menimbulkan efek gatal dan rasa terbakar. Asap cair kulit kopi mampumenghambat bakteri karena adanya interaksi antara senyawa fenol dalam asap cair denganprotein pada dinding sel mikroba sehingga menyebabkan lisis pada membran sel. Berdasarkanhasil penelitian dapat disimpulkan bahwa asap cair kulit kopi (Coffea sp) berpotensi sebagaiantiseptik. DOI : 10.35990/mk.v5n1.p21-33

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

mk

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Veterinary

Description

Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan adalah jurnal yang mempublikasikan artikel hasil penelitian baik ilmu kedokteran dasar maupun terapan, tinjauan pustaka (artikel review), dan laporan kasus. Medika Kartika dipublikasikan dua kali dalam setahun (April dan Oktober) dengan jumlah enam ...