Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvesional. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Santo Petrus Medan, yaitu kelas XI IPA 1 sebagai kelas kontrol sebanyak 34 orang dan kelas XI IPA 2 sebagai kelas eksperimen sebanyak 34 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari tes kemampuan berpikir kritissiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) sebesar 83,8235, sementara nilai rata-rata yang mengikuti pembelajaran konvesional hanya sebesar 75,55147, sehingga diperoleh selisih nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol sebesar 8,272. Berdasarkan uji hipotesis diperoleh nilai dan dengan dk = 66 dan taraf signifikasi sehingga terlihat bahwa yaitu 1,8609> 1,668. Hal ini berarti bahwa kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang mnegikuti pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvesional. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kirtis matematis siswa
Copyrights © 2021