Penelitian ini bertujuan untuk (1) membuat sebuah rancangan failover clustering sebagai salah satu solusi dalam menangani masalah kegagalan fungsi server. (2) membandingkan performance sistem failover pada sistem operasi Linux dan Windows. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian experimental, yaitu dengan melakukan pengujian langsung pada masing-masing teknologi berdasarkan parameter tertentu dan kondisi yang terkendali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perancangan penerapan failover clustering pada Proxmox sebagai salah satu Distro Linux dengan menggunakan UCARP dan DNS failover sama baiknya dari segi kinerja dalam mencapai nilai standar availability, namun DNS failover sedikit lebih baik karena dapat digunakan pada platform Linux ataupun Windows. Dalam penelitian ini juga diketahui failover cluster berbasis Linux dengan menggunakan UCARP ataupun DNS failover dan teknologi failover yang terdapat di Windows memproleh tingkat availability yang sama dan memenuhi standar minimum fault tolerance yang telah ditetapkan yakni sebesar 99,99%.
Copyrights © 2013