Pemberdayaan komunitas peternak merupakan proses yang berkesinambungan untuk membangun kemampuan peternak yang tergabung dalam sebuah komunitas Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) yaitu dengan mendukung dan memberikan motivasi kepada peternak agar bisa mandiri dan tentunya mampu meningkatkan kesejahteraan atau taraf hidup yang layak bagi peternak. Tujuan penelitian yaitu mengetahui tingkat efektivitas program pemberdayaan komunitas peternak SPR dengan menggunakan metode campuran (mixed-method) melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif yang dilakukan di dua lokasi yang berbeda yaitu di komunitas SPR Maju Bersama yang berada di Desa Cinta Damai, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan dan komunitas SPR Tunas Barokah yang terletak di Desa Soko, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini berhasil menunjukkan bahwa tingkat efektivitas program pemberdayaan SPR di Desa Soko cenderung tinggi pada keempat indikator terutama bagian indikator tindakan (93%). Sedangkan, tingkat efektivitas program pemberdayaan SPR di Desa Cinta Damai cenderung rendah, terutama pada indikator pengalaman (63%). Hal ini sejalan dengan banyaknya anggota yang tergabung di SPR Cinta Damai dibandingkan dengan SPR di Desa Soko. Di Desa Soko hanya terdiri dari satu Desa yaitu hanya Desa Soko, Kecamatan Temayang. Sedangkan SPR di Desa Cinta Damai diikuti oleh hampir seluruh Desa yang ada di Kecamatan Sungai Lilin.
Copyrights © 2022