Keterampilan berbicara adalah salah satu aspek penting yang harus dikuasai oleh setiap penutur dalam berbahasa Inggris. Kemampuan interaksi sosial (soft skills) ternyata lebih penting dari semua factor untuk menentukan keberhasilan seseorang di dunia nyata. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: 1)apakah penggunaan model pendekatan komunikasi dapat meningkatkan keterampilan berbicara mahasiwa bahasa Inggris. 2)apakah ada perbedaan yang significan model pembelajaran komunikasi dengan tradisional. Data penelitian ini diperoleh dari 60 orang sampel kelas intermediate. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah tesmelalui pretest dan posttest.Semua data dianalisis dengan menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan model komunikasi dapat meningkatkan keterampilan berbicara. Hal ini dapat dibuktikan bahwa hasil t-test dan posttest kedua kelompok menunjukkan hasil t-test (7.15) lebih besar dari t-tabel (1.67). Dengan demikian penggunaan model pendekatan komunikasi dapat meningkatkan keterampilan berbicara (Nickolson, 2015). Berdasasrkan hasil penelitian, disarankan agar setiap penutur menggunakan teknik pendekatan komunikasi yang lebih aktif dan kreatif dalam mengekspresikan ide-ide mereka sehingga lebih percaya diri dalam berkomunikasi.
Copyrights © 2015