Penelitian ini berfokus pada pengembangan metode baru dalam transaksi listrik yaitu produk instalasi listrik prabayar (listrik pintar) yang menjanjikan banyak kemudahan bagi para pelanggan dengan menggunakan listrik sesuai dengan nominal yang telah dibeli. Divisi humas menggunakan berbagai kombinasi kegiatan komunikasi pemasaran terpadu untuk membantu meningkatkan minat pelanggan listrik pascabayar melakukan migrasi listrik prabayar di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan responden sebanyak 400 responden di wilayah Semarang yang sebelumnya dipilih menggunakan metode pengambilan sampel area (cluster) sampel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif antara keempat variabel dengan minat migrasi listrik prabayar. Variabel yang memiliki koefisien standardisasi terbesar adalah variabel komunikasi periklanan (advertising) dengan nilai 0.353 atau sebesar 35.3%. Implikasi yang ditimbulkan dalam penelitian ini yaitu dengan penggunaan konsep Komunikasi Pemasaran Terpadu (integrated marketing communication), konsep AIDA (Attention, interest, Desire dan Action), teori komunikasi difusi inovasi, teori komunikasi organisasi hubungan sosial terbukti relevan dengan hasil penelitian ini.
Copyrights © 2021