SRIWIJAYA JOURNAL OF MEDICINE
Vol. 4 No. 3 (2021): Vol 4, No 3, 2021

Hubungan Antara Kadar Interleukin 10 Serum dengan Tingkat Depresi Penderita Lupus Eritematosus Sistemik di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang

Eunike Aryaningrum (Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)
Eddy Mart Salim (Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)
M. Ali Apriansyah (Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)
Erial Bahar (Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)
Yulianto Kusnadi (Bagian Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya)



Article Info

Publish Date
14 Dec 2021

Abstract

Lupus Eritematosus Sistemik (LES) merupakan penyakit kronik inflamatif autoimun. Perjalanan penyakitnya ditandai dengan episode remisi dan eksaserbasi sering menyebabkan gejala depresi yang signifikan. Penyakit LES dan depresi memiliki kesamaan dalam proses dan penyebabnya yakni Interleukin-10 (IL-10). Sitokin antiinflamasi (IL-10) pada LES ini selain mempengaruhi tingkat keparahan aktivitas LES, juga berkontribusi terhadap patofisiologi depresi yang menurunkan kualitas hidup pasien LES. Tujuan penelitian ini untuk menentukan hubungan kadar IL-10 dengan tingkat depresi melalui penilaian skor BDI (Beck’s Depression Inventory) pada penderita LES. Penelitian ini adalah studi observasional analitik dengan rancangan cross sectional dan menggunakan uji hubungan untuk melihat hubungan IL-10 dengan tingkat depresi pada pasien LES yang dilakukan di ruang poliklinik dan perawatan penyakit dalam RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang dari November 2019 hingga Maret 2020. Jumlah subjek penelitian sebanyak 40 sampel yang merupakan pasien LES dengan depresi yang telah dilakukan perhitungan tingkat depresi menggunakan skor BDI. Terdapat 40 subjek penelitian dengan median umur 30,50 tahun dan rentang umur 18-56 tahun. Subjek dengan tingkat depresi ringan 17 orang (42,5%), sedang 14 orang (35%) dan berat 9 orang (22,5%). Pada aktifitas LES, terdapat 5 orang (12,5%) dengan aktifitas LES ringan, 20 orang (50%) dengan aktifitas LES sedang, dan 15 orang (37,5%) dengan aktifitas LES berat. Pada penelitian ini terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat depresi dengan tingkat keparahan aktifitas LES (MEX SLEDAI) (r= 0,444 p=0,004). Namun, tidak terdapat hubungan bermakna antara kadar IL-10 serum dengan tingkat keparahan aktifitas LES (p= 0,170, r = 0,221) dan kadar IL-10 serum dengan tingkat depresi (p = 0,437, r= 0,126). Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara IL-10 serum dan tingkat depresi pada pasien LES di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

UnsriMedJ

Publisher

Subject

Health Professions Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology Neuroscience Public Health

Description

Sriwijaya Journal of Medicine (SJM) is a scientific journal managed by Faculty of Medicine Universitas Sriwijaya, Indonesia. It publishes original research articles and reviews in Biomedical Sciences, Medicine (Neurology, Cardiovascular, Respiratory, Gastrointestinal, Urogenital, Endocrine and ...