Kota Banjarnegara memiliki beberapa sektor wisata yang banyak dikunjungi wisatawan. Salahsatu sektor wisata yang diminati masyarakat Kota Banjarnegara adalah kuliner. Warung makan yangmenyediakan menu dengan tambahan lalapan daun kubis akan meningkatkan faktor risiko penularantelur cacing pada manusia sebagai konsumen. Angka keberadaan telur cacing pada lalapan kubis diBanjarnegara masih tinggi. Tercatat 23 sampel positif telur cacing dari 24 sampel yang diperiksa padatahun 2016. Salah satu faktor keberadaan telur cacing pada lalapan kubis adalah proses pencucian yangtidak bersih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran keberadaan telur cacingpada lalapan kubis yang disajikan di warung makan di Kota Banjarnegara.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode cross sectional. Populasi yangdiambil adalah seluruh warung makan yang menyajikan lalapan kubis di Kota Banjarnegara sebanyak14 warung makan dengan teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Pemeriksaan keberadaan telur cacing dilakukan menggunakan metode pengendapan di Laboratorium Kesehatan LingkunganPoliteknik Banjarnegara.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar warung makan yang diamati adalah warung tenda(85,7%) yang memiliki keterbatasan penyediaan air bersih. Dari 14 sampel yang diperiksa, terdapat 5sampel (35,7%) yang positif telur cacing. Dari 5 sampel positif, 4 sampel (28,6%) teridentifikasi telurAscaris lumbricoides dan 1 sampel (7,1%) teridentifikasi telur Enchinostoma sp. Kesimpulan dari penelitian ini adalah masih ditemukan adanya telur cacing pada lalapan kubisyang disajikan oleh warung makan di Kota Banjarnegara. Oleh karena itu proses pencucian kubis danpenyediaan air bersih perlu lebih diperhatikan agar makanan yang disajikan sehat dan aman.
Copyrights © 2019