Pengendalian hama kepik coklat kedelai (Riptortus linearis) ramah lingkungan perlu ditingkatkan untuk mendukung swasembada kedelai (Glycine max (L.) Merr.) nasional. Upaya tersebut dapat dilaksanakan dengan penggunaan bahan nabati sebagai sumber insektisida. Daun sirsak (Annona muricata) dan gulma siam (Chromolaena odorata) merupakan jenis tumbuhan yang berpotensi sebagai pestisida. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroteknologi dan lahan percobaan Program Studi Agroteknologi Politeknik Banjarnegara. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 8 perlakuan. Setiap perlakuan diulang 4 kali, sehingga terdapat 32 unit percobaan. Adapun perlakuan yang dicobakan yaitu N1=kontrol (akuades), N2=insektisida kimia sentesis (deltametrin), N3=ekstrak daun sirsak 8%, N4= ekstrak daun sirsak 16%, N5= ekstrak daun gulma siam 8%, N6=ekstrak daun sirsak 16%, N7=ekstrak daun sirsak + gulma siam 8% dan N8=ekstrak daun sirsak + gulma siam 16%. Analisis data menggunakan Uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5%. Ekstrak daun sirsak dan gulma siam memiliki potensi sebagai insektisida nabati pengendali hama kepik coklat kedelai. N7 memiliki potensi sebagai insektisida nabati dengan mortalitas 8,33% pada 6 hsp dan 25% pada 14 hsp dengan intensitas serangan 6,99%. Ekstrak daun sirsak dan gulma siam belum mampu meningkatkan jumlah polong isi, bobot segar tanaman, jumlah biji utuh, bobot biji utuh dan bobot 100 biji. Ekstrak daun sirsak dan gulma siam juga belum mampu menurunkan jumlah polong hampa, jumlah biji rusak dan bobot biji rusak.
Copyrights © 2018