Limbah teh diperoleh dari hasil pengolahan teh maupun pemangkasan tanaman teh.Limbah yang berasal dari hasil pengolahan berupa limbah padat dan cair. Limbah padatdiperoleh pada saat pelayuan berupa teh teroksidasi/terbakar, yaitu berupa pucuk teh yangmengalami perubahan warna daun menjadi merah karena keterlambatan proses pembalikanpada pelayuan pucuk. Pemanfaatan limbah pabrik pengolahan teh berupa teh teroksidasidapat dilakukan dengan pengomposan. Hasil dari proses pengomposan tersebut akanmenghasilkan pupuk organik padat yang dapat diaplikasikan pada media tanam untukpertumbuhan bibit tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kandungan unsur haralimbah padat hasil dari pengolahan teh yang digunakan sebagai bahan pupuk organik.Penelitian dilaksanakan di green house Politeknik LPP. Pengambilan sampel limbah padatteh teroksidasi di UP Tanjungsari PT Tambi Wonosobo dan analisa unsur hara limbah padatdilaksanakan di Laboratorium BPTP Yogyakarta. Kandungan hara limbah padat teh yangdianalisa meliputi N, P, K, C-organik, dan C/N rasio. Hasil analisa limbah padat tehmenunjukkan unsur hara C-organik sangat tinggi, N dan C/N rasio lebih tinggi daripadakandungan hara P dan K. Fermentasi limbah padat pucuk teh teroksidasi dapatdirekomendasikan sebagai pupuk organik.
Copyrights © 2019