Di Indonesia, prevalensi preeklampsia berkisar antara 3,4 – 8,5%. Pada tahun 2011, AKI di Jawa Timur disebabkan karena preeklampsia sebesar 27,27%. Pada saat bayi lahir, preeklampsia juga dapat mengakibatkan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara preeklampsia pada kehamilan dengan Berat Badan Lahir Rendah di ruang bersalin RSUD dr.Moh.Soewandhie Surabaya. Peneltian ini bersifat analitik observasional yang bersifat cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSUD dr.M.Soewandhie periode Januari-Maret 2013 sebanyak 1067 ibu. Jumlah sampel sebanyak 229ibu dengan teknik simple random sampling. Variabel independent adalah preeklampsia, sedangkan variabel dependent adalah berat badan lahir rendah. Instrumen berupa lembar pengumpul data. Analisis data menggunakan koefisien kontingansi.Hasil penelitian dengan menggunakan uji chi square didapatkan 2 hitung 15,68 > 2tabel 3,84, dengan SPSS ρ < α (0,000 < 0,05) maka hipotesis diterima artinya ada hubungan antara preeklampsia pada kehamilan dengan Berat Badan Lahir Rendah. Koefisien kontingansi (C) sebesar 0,000 dengan kuat korelasinya sangat rendah. Kekuatan hubungan (RO) sebesar 0,053 (IK= 0,007-0,392), artinya ibu dengan preeklampsia mempunyai resiko 0,053 kali untuk melahirkan bayi dengan BBLR dibandingkan ibu yang tidak preeklampsia dengan probabilitas sebesar 5%. Simpulannya adalah ada hubungan preeklampsia pada kehamilan dengan berat badan lahir rendah. Maka saran yang dapat diberikan kepada bidan yaitu memberikan tambahan informasi dalam memberikan KIE dan asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan preeklampsia dan bayi dengan BBLR.
Copyrights © 2022