Prosedur intervensi koroner perkutan (IKP) merupakan prosedur revaskularisasi paling umum pada penyakit jantung koroner (PJK) stabil. Selain sebagai managemen PJK stabil, prosedur IKP juga dapat menyebabkan komplikasi. IKP mengakibatkan ruptur plak yang diinduksi mekanik, kerusakan endotel, dan barotrauma ke dinding pembuluh darah, sehingga terjadi inflamasi, yang pada akhirnya dikaitkan dengan peningkatan risiko KKM. Reaksi inflamasi akibat pemasangan stent dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor stent. Jika faktor-faktor ini tidak diatasi, maka akan terjadi peningkatan inflamasi setelah IKP yaitu aktivasi sel endotel, aktivasi platelet, infiltrasi leukosit, hiperplasia neointima, dan melibatkan banyak mediator.
Copyrights © 2022