Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan)
Vol. 9 No. 4 (2021)

STRATEGI PENGELOLAAN HAMA Nilaparvata lugens Stål (HEMIPTERA: DELPHACIDAE) DAN POPULASI MUSUH ALAMINYA PADA TANAMAN PADI LAHAN IRIGASI MELALUI REKAYASA EKOLOGI (ECOLOGICAL ENGINEERING)

Joko Pilianto (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya)
Gatot Mudjiono (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya)
Mochammad Syamsul Hadi (Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya)



Article Info

Publish Date
30 Dec 2021

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan rekayasa ekologi terhadap populasi Nilaparvata lugens atau wereng batang coklat (WBC) dan musuh alaminya. Penelitian dilaksanakan di Dusun Mampil, Desa Penganten, Kecamatan Balen, Bojonegoro. Dalam penelitian ini terdapat dua perlakuan yaitu lahan dengan rekayasa ekologi (RE) dan konvensional atau non rekayasa ekologi (non RE). Pada lahan RE, dilakukan penanaman tanaman refugia berupa wijen (Sesamum indicum), pacar air (Impatiens blasamina), kacang hijau (Vigna radiata), dan jagung (Zea mays) di area pematang. Selanjutnya, dilakukan pemberian bahan organik dan aplikasi agen hayati (Beauveria bassiana, Bacillus sp., Tricoderma sp., dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan RE secara nyata meningkatkan populasi musuh alami WBC yang ditunjukkan dengan jumlah individu musuh alami yang lebih tinggi pada perlakuan RE daripada non RE. Jumlah musuh alami pada lahan RE dan non RE secara berurutan adalah 587 ekor/petak dan 170 ekor/petak. Secara umum, dibandingkan dengan lahan non RE, perlakuan RE secara nyata menurunkan populasi WBC. Rata-rata populasi WBC pada lahan RE dan non RE masing-masing adalah 2,1 dan 2,9 ekor/rumpun.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

jhpt

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan (Jurnal HPT) memuat naskah artikel yang berkaitan dengan hama dan penyakit tumbuhan, termasuk karakterisasi, deteksi, identifikasi, fisiologi, biokimia, ekologi, epidemiologi, biologi molekuler hama dan patogen tumbuhan, serta pengendaliannya secara kimia dan ...