Kasus-kasus akuntansi data yang melibatkan perusahaan besar, seperti Enron dan WorldCom, telah mempengaruhi reputasi auditor. Enron dan 95 perusahaan lain menerima pendapat wajar tanpa pengecualian pada tahun sebelum kebangkrutan. Kenyataan ini menimbulkan pertanyaan mengapa perusahaan menerima pendapat wajar tanpa pengecualian berhenti beroperasi. Penilaian kelangsungan hidup perusahaan harus disampaiakan oleh auditor dan ditambahkan ke dalam opini audit. Seorang auditor bertanggung jawab untuk mengevaluasi apakah ada keraguan substansial tentang kemampuan entitas untuk melanjutkan operasinya untuk jangka waktu yang wajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model prediksi kebangkrutan, pertumbuhan perusahaan, leverage, dan reputasi auditor terhadap penerimaan opini audit going concern. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI. Adapun teknik pengolahan datanya menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa model prediksi kebangkrutan dan leverage berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern. Namun, pertumbuhan perusahaan dan reputasi auditor tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern. Sedangkan hasil penelitian secara simultan menunjukkan model prediksi kebangkrutan, pertumbuhan perusahaan, leverage dan reputasi auditor secara bersama-sama berpengaruh terhadap penerimaan opini audit going concern.
Copyrights © 2016