Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon
Vol 7, No 1 (2022): JUNI

DEFORESTASI VS REBOISASI HUTAN DI INDONESIA (Dalam Terang Ensiklik Laudato Si’)

Junior, Gregorius Rivaldo (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jul 2022

Abstract

Fokus tulisan ini adalah mengangkat masalah pengrusakan hutan yang terjadi terus menerus di Indonesia. Tujuan penulisan ini adalah memberikan penjelasan yang berkaitan dengan pandang Gereja Katolik tentang hutan. Metodologi yang digunakan adalah metode studi kepustakaan. Banyak pihak yang telah mengupayakan berbagai macam cara untuk mengatasi permasalahan ini. Namun semua cara tersebut hanya menemui jalan buntu tanpa ada solusi yang berarti. Kebuntuan tersebut terjadi karena ulah manusia sendiri. Kebutuhan manusia yang semakin tidak terkendali ternyata memberikan dampak yang buruk bagi hutan. Ribuan bahkan jutaan hektar hutan menjadi korban dari kerakusan manusia. Tindakan yang mengatasnamakan kelestarian hutan menjadi kedok bagi individu maupun kelompok untuk merusak hutan. Manusia harus menyadari akan dampak kerusakan hutan di kehidupan mendatang. Dengan kata lain, manusia harus siap untuk menghadapi berbagai krisis dan bencana alam. Gereja Katolik dalam Laudato Si’” juga menyerukan seruan yang sama yaitu masalah pengrusakan alam, khususnya hutan. Pandangan Gereja Katolik yang memandang hutan sebagai saudara membuat manusia harus mengubah citra dan cara pandang terhadap hutan. Hutan bukanlah objek yang bisa dieksploitasi secara berlebihan oleh manusia. Hutan adalah paru-paru bumi yang memberikan keseimbangan dalam kehidupan. Relasi hutan dan manusia menggambarkan suatu harmoni kehidupan yang indah dan dinamis. 

Copyrights © 2022