Fides et Ratio : Jurnal Teologi Kontekstual Seminari Tinggi St. Fransiskus Xaverius Ambon
Vol 6, No 1 (2021): Juni 2021

Mengupayakan Pendampingan yang Personal dan Integral dalam Formasi Calon Imam di Era Digital

Dwiadityo, Mateus Seto (Unknown)



Article Info

Publish Date
15 Jun 2021

Abstract

Dalam upaya mewujudkan formasi calon imam yang baik, ada dua hal yang perlu diperhatikan dan diperlukan dari setiap seminaris. Kedua poin tersebut adalah sikap formatif setiap seminaris dan situasi formatif yang membantu dalam masa formasi calon imam. Perjalanan formasi calon imam di seminari menengah menjadi tanda pentingnya dan perlunya formasi yang menantang selama masa remaja, yaitu para remaja mulai berkembang menuju kematangan dan mencari jati diri. Dalam tahap inilah dibutuhkan para formator yang sungguh-sungguh memahami perkembangan usia mereka sekaligus merupakan pendidik yang baik. Dalam proses pembinaan, perlu diperhatikan latar belakang para calon imam atau seminaris yang berbeda-beda. Perbedaan keadaan calon tersebut perlu mendapat perhatian dari para formator. Sementara itu, latar belakang keluarga dan budaya seminaris juga perlu mendapat perhatian dalam proses pembinaan karena akan ikut menentukan dalam perkembangan hidup sebagai imam kelak. Di era digital ini, tantangan dalam formasi calon imam semakin banyak. Dengan demikian, seminari dan para formator pun dituntut untuk menyesuaikan diri dengan bijak dan tepat dalam mengupayakan bentuk-bentuk pendampingan yang personal dan integral. In an effort to realize a good formation of priestly candidates, there are two things that need to be considered and needed from every seminarian. These two points are the formative attitude of each seminarian and the formative situation which helps in the formation of the candidate for priesthood. The journey of the formation of priestly candidates in secondary seminaries is a sign of the importance and need for challenging formations during adolescence, in which young people begin to develop towards maturity and seek identity. It is at this stage that formators who truly understand their age development are needed as well as being good educators. In the formation process, it is necessary to pay attention to the backgrounds of the different candidates for priests or seminarians. The difference in the condition of the candidates needs the attention of the formators. Meanwhile, the family background and culture of seminarians also need attention in the coaching process because they will determine the development of life as a priest in the future. In this digital era, there are more and more challenges in the formation of priestly candidates. Thus, seminaries and formators are required to adjust themselves wisely and appropriately in pursuing personal and integral forms of mentoring.

Copyrights © 2021