Artikel ini membahas tentang konsep transendensi menurut Karol Wojtyła. Transendensi ini lebih dikaitkan dengan tindakan dari kehendak melalui self-determination dengan menampilkan struktur self-governance dan self-possession. Transendensi menunjukkan bahwa manusia bukanlah sebatas suatu spesies di antara spesies yang lain atau suatu objek di antara objek yang lain. Akan tetapi, manusia adalah person dengan kodrat rasional; ia unik dan tak tergantikan. Ia juga tampil sebagai subjek sekaligus objek dari tindakannya. Ia menjadi subjek dari tindakan sekaligus objek yang dibentuk oleh tindakannya sendiri. Transendensi person terwujud juga dalam integrasi dengan aspek psikosomatik dan lebih tampak riil dalam partisipasi atau co-acting. This article discusses the concept of transcendence according to Karol Wojtyła. This transcendence is more associated with the act of will through self-determination by presenting the structure of self-governance and self-possession. Transcendence shows that humans are not limited to a species among other species or an object among other objects. However, humans are persons with a rational nature; it is unique and irreplaceable. He also appears as both the subject and the object of his actions. He becomes the subject of both the action and the object formed by his own action. Person transcendence is also manifested in integration with psychosomatic aspects and is more visible in participation or co-acting.
Copyrights © 2020