Perkembangan harga kedelai impor yang cenderung mengalami peningkatan akan berdampak pada industri kedelai salah satunya pengrajin tempe. Peningkatan harga kedelai dapat meningkatkan biaya produksi sehingga akan menyebabkan penurunan pendapatan jika tidak diikuti dengan harga jual tempe yang tinggi. Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang banyak ditemui pengrajin tempe, salah satunya yakni di Kecamatan Singojuruh. Terdapat 66 pengrajin tempe di daerah ini, salah satunya yaitu usaha “Dua Putri” yang terletak di Dusun Wijenan Lor, Desa Singolatren, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi. Melalui fenomena tingginya biaya produksi dan banyaknya persaingan pada pengarijin tempe maka sebagai pengrajin tempe harus memiliki manajemen yang baik dalam kegiatan usaha, supaya kegiatan usahanya dapat terus berlangsung dan dapat berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan manajemen agroindustri pada usaha Dua Putri di Desa Singolatren Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan merupakan data primer dan sekunder dengan metode pengumpulan data wawancara, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen di usaha agroindustri tempe “Dua Putri” telah dilaksanakan dengan baik mulai dari perencanaan hingga evaluasi.
Copyrights © 2022