Pengembangan perkebunan kelapa sawit di areal rawa dengan tanah gambut semakin meluas dan merupakan tantangan terbesar dalam pengelolaannya. Drainase yang sangat terhambat menjadi salah satu faktor pembatas yang mempengaruhi kondisi hidrologi lahan. Kajian hidrologi ini dilakukan di salah satu perkebunan kelapa sawit Kabupaten Tapanuli Selatan Propinsi Sumatera Utara yang mengalami banjir secara periodik. Pemodelan hidrolika pada kajian ini dilakukan dalam dua skenario yaitu kondisi aktual dan redisain dengan parameter yang dibutuhkan antara lain topografi lahan, klimatologi, dan hidrologi sebagai input dalam simulasi. Pemodelan hidrolika ini untuk mensimulasikan kondisi aktual kanal dan penerapan mitigasi permasalahan banjir dengan pembuatan tanggul menggunakan HEC-RAS 2D. Hasil simulasi menunjukkan bahwa banjir terjadi sebagai akibat luapan air Aek Sibirong yang mempengaruhi kondisi kanal dalam kebun yang terkoneksi dengan sungai tersebut. Berdasarkan simulasi, penerapan tanggul setinggi 1.15 m - 3.45 m pada bagian hulu dan 1.10 m - 3 m pada bagian hilir mampu mengatasi luapan air sehingga dapat mencegah terjadinya banjir pada areal kebun.
Copyrights © 2022