Sebatik
Vol 26 No 2 (2022): Desember 2022

MODEL KOMUNIKASI TIM INVESTIGASI BALAI VETERINER MEDAN DALAM MENANGANI WABAH AFRICAN SWINE FEVER DI SUMATERA UTARA

Amelia Astari (Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara)
Syafruddin Pohan (Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara)
Fikarwin Zuska (Magister Ilmu Komunikasi, Universitas Sumatera Utara)



Article Info

Publish Date
21 Dec 2022

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi oleh kejadian kematian ribuan ternak babi secara mendadak di Sumatera Utara yang disebabkan oleh wabah virus African Swine Fever. Untuk dapat menghentikan penyebaran wabah, Balai Veteriner Medan membentuk Tim Investigasi untuk bertemu langsung dengan peternak babi, mengumpulkan informasi seputar agent penyebab, cara penularan, sumber penularan, keberadaan carrier, populasi beresiko, dan faktor resiko yang berhubungan dengan wabah. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses komunikasi tim investigasi Balai Veteriner Medan saat melakukan investigasi dan mendeskripsikan model komunikasi yang digunakan dalam kegiatan investigasi wabah African Swine Fever di Sumatera Utara. Penelitian ini disusun dengan menggunakan paradigma constructivist melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi interpretatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 4 orang medik veteriner dan 1 orang paramedis veteriner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk dapat diterima oleh peternak, tim investigasi menggunakan 5 tahapan self-disclosure, yaitu: tahap tegur sapa, tahap membicarakan hal diluar kegiatan, tahap menyatakan gagasan, tahap mengungkapkan isi hati, dan tahap hubungan puncak. Usaha memperluas keterbukaan peternak kepada investigator dilakukan sesuai dengan teori Jendela Johari, yaitu dengan mempersempit area tersembunyi dan area buta yang dimiliki peternak melalui kegiatan komunikasi, informasi, dan edukasi yang dilakukan oleh investigator. Keseluruhan proses komunikasi yang terjadi pada kegiatan investigasi wabah ASF berbentuk komunikasi kelompok kecil dan komunikasi antarpribadi dengan menggunakan teknik komunikasi persuasif dan teknik komunikasi hubungan manusiawi. Hambatan komunikasi yang ditemukan adalah hambatan dalam proses penyampaian, hambatan secara fisik, hambatan semantik, dan hambatan psikosial. Model komunikasi yang digunakan tim investigasi Balai Veteriner Medan pada kasus wabah ASF di Sumatera Utara diidentifikasi mengadopsi model komunikasi konvergensi dengan bentuk komunikasi jejaring dan berlangsung secara transaksional.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

sebatik

Publisher

Subject

Computer Science & IT

Description

SEBATIK merupakan jurnal kumpulan artikel hasil penelitian, karya ilmiah, maupun program pengabdian masyarakat dari seluruh civitas akademik di Indonesia dalam rangka mengitegrasikan informasi. SEBATIK menyediakan layanan publikasi terbuka untuk semua kalangan umum, baik di semua lingkungan ...