Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan harga pokok produksi yang tepat sesuai dengan biaya yang dikonsumsi setiap masing-masing produksi. Pemicu biaya terbagi dua yaitu: aktivitas perakitan dan aktivitas finishing. Serta untuk membandingkan selisih harga pokok produksi yang dipakai oleh perusahaan yaitu sistem konvensional, maka harga jual dapat ditentukan dengan tepat sehingga tidak mengalami overcost dan juga tidak undercost. Hasil penelitian adalah harga pokok produksi dengan sistem Activity Based Costing pada mebel kursi tamu sebesar Rp. 516.420,8/set atau lebih murah Rp. 260.796,8/set dari sistem konvensional. Harga pokok produksi menggunakan sistem Activity Based Costing pada mebel meja konsol sebesar Rp. 971.116,9/unit atau lebih murah Rp. 66.100,8/unit dari sistem konvensional. Harga pokok produksi menggunakan sistem Activity Based Costing pada mebel lemari sebesar Rp. 4.484.908,6/unit atau lebih mahal Rp. 167.690,8/unit dari sistem konvensional.
Copyrights © 2018