Yodium merupakan zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik dan mental. Yodium dapat diperoleh dari berbagai jenis pangan. Berdasarkan angka kecukupan gizi, kecukupan yodium untuk wanita dewasa adalah sebesar 150 µg/hari. Kekurangan yodium dapat menyebabkan berbagai kelainan seperti kelainan pada kecerdasan mental, pembesaran kelenjar gondok, serta gangguan pertumbuhan. Gangguan akibat kekurangan yodium pada wanita usia subur bisa mengakibatkan kelainan pada bayi yang dilahirkannya. Survei nasional pemetaan gangguan akibat kekurangan yodium diseluruh Indonesia pada tahun 1998 ditemukan 33% kecamatan di Indonesia masuk kategori endemik. Hingga saat ini masih banyak masyarakat khususnya masyarakat pedesaan di daerah Bali belum memahami pentingnya yodium dan pemenuhan kebutuhan asupan yodium. Sehingga perlu dilakukan penelusuran bagaimana kecukupan asupan yodium khususnya pada masyarakat pedesaan. Penelitian ini bersifat deskriptif cross sectional untuk mengetahui gambaran kecukupan yodium pada wanita usia subur di Desa Kusamba berdasarkan makanan yang dikonsumsi. Populasi penelitian ini adalah wanita usia subur di Kecamatan Dawan. Pengambilan sampel dilakukan secara probability sampling dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 90 orang responden. Data diambil dengan menggunakan kuisioner Food Frequent Quitionaire yang dimodifikasi yang kemudian dilakukan konversi dengan program komputer Nutrisurvey 2007 untuk mendapatkan asupan yodium perhari dari setiap sampel. Berdasarkan penelitian ini diperoleh rata – rata asupan yodium perhari wanita usia subur di Desa Kusamba adalah 167,5 mcg, wanita usia subur dengan asupan yodium kurang sebanyak 27 orang (30%), wanita usia subur dengan asupan yodium cukup sebanyak 63 orang (70%). Bedasarkan pola konsumsi, kebutuhan yodium dapat terpenuhi dari pola konsumsi harian kususnya sumber yodium terbesarnya adalah ikan laut. Berdasarkan data yang didapatkan asupan yodium wanita usia subur di Desa Kusamba secara umum tergolong cukup.Â
Copyrights © 2016