Konstipasi adalah abnormalitas pergerakan usus dengan manifestasi berupa berkurangnya frekuensi defekasi, konsistensi tinja yang keras, mengedan, dan sensasi tidak tuntas dalam buang air besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi serat dengan kejadian konstipasi. Penelitian ini dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Jakarta pada tanggal 1-13 Maret 2015. Desain studi cross-sectional, responden adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2011-2013. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner, diolah dengan menggunakan SPSS ver. 20, dengan uji statistik menggunakan Pearson Chi-square dan uji epidemiologi menggunakan prevalence ratio (PR). Dari 178 responden yang mengalami konstipasi sebanyak 64 orang (36%). Sebanyak 51 responden yang mengonsumsi serat kurang, 40 orang (78,4%) mengalami konstipasi, sedangkan 127 responden yang mengonsumsi serat cukup, 24 orang (18,9%) yang mengalami konstipasi (p-value 0,0001, PR 4,15). Konsumsi serat yang cukup dapat mengurangi kejadian konstipasi.
Copyrights © 2018