Obesitas pada remaja merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia pada abad 21. Prevalensi obesitas pada remaja meningkat secara tajam dari tahun ke tahun. Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (RISKESDAS) pada tahun 2013, Indonesia mengalami peningkatan prevalensi obesitas pada dewasa sejak tahun 2010. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian observasional dengan disain cross-sectional melibatkan 136 subyek penelitian. Data asupan gizi diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner 24-hour recall dan food frequency questionnaire, status gizi diklasifikasikan menggunakan indeks massa tubuh. Hubungan sarapan dengan status gizi diuji menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 62 subyek (45,6%) tidak rutin sarapan dan 33 subyek (53,2%) di antaranya memiliki status gizi berlebih sedangkan, dari 38 subyek yang melakukan sarapan hanya 21 subyek (28,4%) yang mengalami status gizi berlebih. Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara sarapan dengan status gizi yang bermakna secara statistik dengan p-value <0,005, di mana tidak sarapan dapat meningkatkan 1,83 kali terjadinya gizi berlebih. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa sarapan bermanfaat untuk mempertahankan status gizi normal.
Copyrights © 2018