Hipoksia adalah kondisi kekurangan oksigen pada sel. Jantung merupakan organ yang aerobik obligat. Hipoksia bukan hanya terjadi karena konsekuensi global pada tekanan oksigen yang rendah, tapi juga terjadi pada keadaan inflamasi, cedera dan iskemik jaringan, serta pertumbuhan tumor. Hipoksia diketahui meningkatkan spesies oksigen reaktif (ROS) pada intraseluler. Kelebihan produksi ROS dibanding pertahanan antioksidan yang disebut stres oksidatif diketahui berperan penting pada patofisiologi gagal jantung. Antioksidan selular penting untuk memproteksi sel melawan ROS. Salah satunya adalah Glutation (GSH) yang merupakan antioksidan penting yang bertanggungjawab untuk menjaga homeostasis redoks intraseluler. Tujuan penelitian ini adalah untuk menilai perubahan kadar GSH pada jantung dan darah tikus yang diinduksi hipoksia sistemik. Hewan coba tikus dibagi menjadi 7 kelompok (n = 4 per kelompok): kelompok kontrol normoksia, kelompok hipoksia yang ditempatkan dalam sungkup hipoksik (kadar O2 8%) selama 1,3,6,12,24, dan 72 jam. Hasil : kenaikan konsentrasi kadar GSH pada jantung dan darah tikus yang mengalami perlakuan hipoksia dibandingkan normoksia. Hipoksia sistemik menyebabkan kenaikan kadar GSH pada jantung dan darah tikus. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap hipoksia sistemik yang lebih lama dari 72 jam dan variabel-variabel lain yang dipengaruhi hipoksia sistemik seperti malondialdehid, enzim katalase, HIF.
Copyrights © 2018