Siklus menstruasi adalah keadaan fisiologis yang akan dialami semua perempuan secara rutin dari awal masa pubertas hingga menurunnya masa kesuburan (menopause). Salah satu masalah terkait siklus menstruasi adalah ketidakteraturan siklus menstruasi yang dapat dipengaruhi beberapa faktor antara lain komposisi tubuh terutama massa lemak tubuh. Massa lemak mempunyai peran penting dalam sistem hormonal. Massa lemak (ML) memengaruhi kadar kolesterol yang merupakan prekursor hormon reproduksi seperti estrogen dan progesteron. Penelitian yang dilakukan ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain potong lintang dengan tujuan untuk mengetahui hubungan massa lemak dengan keteraturan siklus menstruasi. Penelitian dilakukan di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Tarumanagara dengan rentang waktu April-Mei 2016. Berdasarkan rumus analitik kategorik tidak berpasangan, didapakan besar sampel sebesar 66 subjek. Penilaian asupan makanan dan siklus menstruasi dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner serta pengukuran komposisi tubuh dilakukan menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 31,8% subjek mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi, 57,6% subyek mempunyai ML dalam kategori lebih, 28,8% subjek termasuk dalam kategori normal dan 13,6% subjek dalam kategori kurang. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan hubungan antara massa lemak dengan keteraturan siklus menstruasi yang signifikan dengan p-value<0,05, di mana subyek dengan massa lemak berlebih mempunyai risiko sebesar 8,08 kali lebih besar mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa massa lemak mempunyai peran dalam ketidakteraturan siklus menstruasi.
Copyrights © 2019