Hiperurisemia telah dikaitkan dengan tiga macam penyakit ginjal, yaitu nefropati asam urat akut, nefropati asam urat kronis, dan nefrolitiasis asam urat. Suatu survei yang dilakukan di Bandungan, Jawa Tengah atas kerjasama World Health Organization-Community Oriented Program for Control of Rheumatic Diseases (WHO-COPCORD) didapatkan bahwa prevalensi hiperurisemia sebesar 24,3% pada laki-laki dan 11,7% pada wanita. Salah satu tes yang baik untuk menilai fungsi ginjal adalah estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hiperurisemia sebagai salah satu faktor penyebab gangguan ginjal sehingga dapat menurunkan insiden gagal ginjal akibat nefropati asam uart menurunkan insidens gagal ginjal akibat nefropati asam urat. Penelitian yang digunakan peneliti bersifat deskriptif dengan desain penelitian cross sectional dengan cara pengambilan consecutive non-random sampling. Didapatkan 86 data rekam medis individu dengan hiperurisemia yang melakukan pemeriksaan kreatinin serum di Rumah Sakit Sumber Waras periode tahun 2014-2016. Hasilnya diperoleh 70 orang (81,4%) mengalami penurunan nilai estimated Glomerular Filtration Rate dan 16 orang (18,6%) memiliki nilai estimated Glomerular Filtration Rate normal.
Copyrights © 2019