Pasokan aliran oksigen yang cukup dan konsisten diperlukan oleh otak. Keadaan hipoksia dapat menyebabkan stres oksidatif yang berakibat pada gangguan serius. Stres oksidatif dapat ditekan dengan pertahanan antioksidan yang melebihi produksi Reactive Oxygen Species (ROS). Buah ara (Ficus carica L.) merupakan tumbuhan obat yang sangat menjanjikan manfaatnya karena kandungan senyawa fitokimianya memiliki kapasitas antioksidan alami yang kuat dan potensial yang pada akhirnya dapat menangani berbagai masalah kesehatan; kanker, penyakit pembuluh darah dan saraf. Uji fitokimia yang dilakukan pada buah ara segar (Ficus carica L.). Tikus Spargue dawley dibagi menjadi 4 kelompok (n=8/kelompok) dengan masing-masing kelompok dibagi lagi menjadi 2 subkelompok (n=4/subkelompok) dengan pemberian dosis buah ara yang berbeda kemudian semua tikus dilakukan perlakuan hipoksia (8% O2) selama 1 hari, 3 hari dan 7 hari kecuali kelompok kontrol (normoksia). Sampel darah dan otak digunakan untuk mengukur kadar MDA dengan metode Wills, analisa gas darah dan hematologi. Buah ara (Ficus carica L.) mengandung senyawa fitokimia golongan alkaloid, fenolik, flavonoid dan triterpenoid. Kadar MDA darah dan otak pada kedua kelompok tikus dengan pemberian dosis buah ara sesuai ketentuan meningkat bermakna jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (p<0.05) dan memiliki korelasi kuat. Berdasarkan analisa gas darah dan hematologi;pO2, pCO2, HCO3 dan saturasi O2 menurun, sementara semua parameter hematologi meningkat. Buah ara dapat menekan stres oksidatif dan mengurangi terjadinya kerusakan lipid akibat hipoksia yang dinyatakan dalam kadar MDA.
Copyrights © 2019