Obesitas pada remaja menjadi permasalahan penting tidak hanya di Indonesia saja, melainkan berbagai negara di seluruh dunia. Prevalensi kegemukan terus meningkat setiap tahunnya. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2014 sebanyak 39% anak berusia 18 tahun mengalami kelebihan berat badan. Faktor penyebab obesitas pada remaja bersifat multifaktorial. Tujuan penelitian ini adalah diturunkannya prevalensi status gizi berlebih pada kelompok remaja di Jawa Tengah agar dapat dilakukan upaya pencegahan. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional dan sampel diambil dengan total sampling. Sebanyak 123 siswa SMA kelas X dan XII SMA Negeri 7 Surakarta dilakukan pengukuran status gizi dan pengisian kuisoner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire). Sebanyak 74% responden memiliki status gizi normal dan 11.4% memiliki aktivitas fisik vigorous. Responden yang aktivitas fisiknya kurang (sedentary) dan mempunyai status gizi berlebih hanya 1 orang (7.7%). Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p value 0.892).
Copyrights © 2019