Perawatan pneumonia nosokomial di ICU pasca infeksi Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii yang resisten-karbapenem sangat kompleks dan merupakan masalah kesehatan dunia. Karbapenem dosis tinggi (1,5-2 g IV q8h) diduga mampu meningkatkan penghancuran dan menekan angka kejadian resistensi patogen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah hubungan antara keberhasilan terapi pasien pneumonia nosokomial terinfeksi oleh Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii yang resisten karbapenem dengan dosis terapi karbapenem. Penelitian analitik observasional dengan desain potong lintang dan besar sampel sebanyak 22 orang yang memenuhi kriteria seleksi. Data diambil dari rekam medis pasien di ICU RS Royal Taruma selama periode 2012-2017. Analisa statistik dengan menggunakan uji Pearson Chi-square. Pada penelitian ini, dengan menggunakan karbapenem dosis tinggi (1,5-2 g IV q8h), sebanyak 6 pasien (50%) berhasil sembuh namun 6 pasien (50%) lainnya tidak berhasil sembuh. Dengan karbapenem dosis normal (1g IV q8h), 5 pasien (50%) berhasil sembuh sedangkan 5 pasien lainnya (50%) tidak berhasil sembuh. Analisis statistik tidak menemukan hubungan yang bermakna antara dosis karbapenem dengan keberhasilan terapi pasien pneumonia nosokomial infeksi Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii yang resisten karbapenem. (p = 0,66). Dosis karbapenem tidak mempengaruhi keberhasilan terapi pasien pneumonia nosokomial terinfeksi oleh Pseudomonas aeruginosa dan Acinetobacter baumannii yang resisten karbapenem.
Copyrights © 2019