Imunisasi adalah prosedur terpercaya untuk mencegah penyakit menular yang dapat menimbulkan kecacatan atau kematian pada manusia seperti penyakit tuberkulosis, campak, difteri, pertusis, tetanus, radang selaput otak dan polio. Terdapat faktor yang memengaruhi keputusan orang tua untuk mengimunisasi anaknya, seperti tingkat pendidikan formal ibu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan formal ibu terhadap kepatuhan imunisasi dasar yang dilakukan di Puskesmas Kecamatan Pancoran pada ibu yang memiliki bayi berumur lebih dari 9 bulan. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional serta pengambilan sampel menggunakan metode consecutive non random sampling dan didapatkan 70 responden. Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan 18 orang (25,7%) memiliki pendidikan formal yang tidak cukup atau tidak tamat SMA, dan 52 orang (74,3%) memiliki pendidikan formal cukup atau tamat SMA. Terdapat 33 orang (47,1%) melakukan imunisasi secara lengkap dan tidak tepat waktu (tidak patuh), dan 37 orang (52,9%) melakukan imunisasi secara lengkap dan tepat waktu (patuh). Tidak ada hubungan bermakna antara pendidikan formal tidak cukup (< SMA) dengan tidak tepat waktunya imunisasi dasar (p value = 0,099), tetapi didapatkan bahwa responden dengan pendidikan formal tidak cukup memiliki kemungkinan 1,651 kali (PR = 1,651) lebih besar untuk tidak patuh dalam pemberian imunisasi dasar.
Copyrights © 2019