Tarumanagara Medical Journal
Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL

Hubungan kebiasaan konsumsi makanan kariogenik terhadap prevalensi karies gigi pada anak SD Negeri 3 Fajar Mataram

Agnes Rekawati (FK Universitas Tarumanagara)
Frisca Frisca (FK Universitas Tarumanagara)



Article Info

Publish Date
31 Oct 2020

Abstract

Karies gigi adalah penyakit yang terjadi pada rongga mulut dan gigi akibat demineralisasi jaringan keras gigi seperti dentin dan email. Prevalensi dental karies di Indonesia meningkat, dari 53.2% di tahun 2013 menjadi 57.6% di tahun 2018.  Karies gigi dapat disebabkan oleh satu atau beberapa faktor, salah satunya adalah mengonsumsi berlebihan makanan kariogenik.  Studi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi karies gigi dan hubungannya dengan kebiasaan mengonsumsi makanan kariogenik.  Studi analitik observasional dengan desain potong lintang ini dilakukan pada 86 responden pelajar di Sekolah Dasar Negeri 3 Fajar Mataram. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan gigi.  Dari total 86 responden yang mengikuti studi ini didapatkan prevalensi karies gigi sebesar 55 (64%) responden dan 59 (68,6%) sering mengonsumsi makanan kariogenik (?3x seminggu). Dari 59 responden yang sering mengonsumsi makanan karioegenik, terdapat 44 (74,6%) responden yang mengalami karies gigi. Terdapat hubungan statistik bermakna antara frekuensi mengonsumsi makanan kariogenik dan prevalensi karies gigi (P=0,002).  Dari penelitian ini disarankan pentingnya membatasi konsumsi  makanan kariogenik untuk mencegah risiko karies gigi.

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

tmj

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Tarumangara Medical Journal adalah jurnal kedokteran dan kesehatan yang dikaji oleh pakar yang ahli dalam bidangnya. Tarumangara Medical Journal berfokus meningkatkan wasasan dan pengetahuan ilmu kedokteran dasar, kedokteran klinis dan kedokteran komunitas dengan pendekatan Evidence-Based Medicine ...