Stres merupakan suatu masalah yang banyak dialami oleh generasi Millenial pada era globalisasi dan kemajuan teknologi saat ini. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi stress, salah satunya dengan bernyanyi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres pada kelompok individu yang bernyanyi dan tidak. Desain yang digunakan adalah analitik komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel studi sebanyak 141 orang berusia 18 – 32 tahun di Jakarta pada September - Oktober 2018 yang diambil secara non random purposive sampling. Sampel kemudian dibagi menjadi dua kelompok, 70 individu tidak bernyanyi dan 71 individu yang terlibat dalam kegiatan bernyanyi. Kuesioner yang digunakan yaitu DASS 42 untuk menilai skor stres yang kemudian dikelompokkan menjadi dua kelompok yaitu kelompok normal (tidak stres) dan kelompok stres. Analisis data menggunakan uji Chi Square dan hasil analisis menunjukkan adanya kemaknaan statistik dimana kelompok individu yang bernyanyi memiliki tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok individu yang tidak bernyanyi (p value < 0,0001). Bernyanyi memiliki manfaat positif bagi individu sebagai salah satu cara coping yang baik, sehingga perlu dilakukan secara lebih rutin agar individu dapat terhindar dari stres.
Copyrights © 2020