Hipertensi merupakan penyakit penyebab kematian tersering dan dapat ditemukan tanpa gejala sampai perkembangan lanjut. Penanganan hipertensi berupa terapi non-farmakologis (pengaturan diet, penurunan berat badan) dan terapi farmakologis (obat anti hipertensi). Salah satu alternatif terapi non-farmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah terapi musik klasik. Studi ini dilakukan untuk mengetahui apakah terapi musik klasik dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Metode yang digunakan adalah studi analitik yang dilakukan secara eksperimental. Studi dilakukan terhadap lansia usia 60 tahun keatas di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3 Jakarta Selatan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 42 orang lansia dengan pre-hipertensi, hipertensi derajat I dan hipertensi derajat II yang diambil dengan teknik konsekutif. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 21 orang kelompok yang mendengarkan musik klasik dan 21 orang kelompok tidak mendengarkan musik klasik (kelompok kontrol). Berdasarkan hasil pstudi dengan uji Wilcoxon disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tekanan darah yang bermakna secara statistik pada kelompok yang mendengarkan musik klasik (p=0.005), dan tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada kelompok yang tidak mendengarkan musik klasik secara statistik (p=0.18).
Copyrights © 2020