Skabies merupakan penyakit kulit infeksi pada manusia yang disebabkan oleh tungau Sarcoptes scabiei varian hominis. Skabies ditemukan kosmopolit, terutama di negara-negara tropis dan daerah dengan tingkat kemiskinan dan kepadatan penduduk yang tinggi seperti Indonesia. Skabies menduduki peringkat ketiga dari 12 penyakit kulit terbanyak menurut Departemen Kesehatan RI tahun 2008. Masih sedikit penelitian yang dilakukan terhadap tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa Fakultas Kedokteran mengenai skabies. Penting untuk mengetahui seberapa jauh para calon dokter paham akan penyakit tersebut yang endemis di Indonesia. Studi deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa, serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap danĀ perilaku mahasiswa mengenai skabies. Metode studi adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 126 responden yang diambil secara consecutive sampling. Hasil yang didapatkan yaitu karakteristik responden terbanyak adalah perempuan sebesar 69,0%. Tingkat pengetahuan mahasiswa didapatkan dengan kategori baik sebanyak 26,2%, kategori cukup sebanyak 70,6%, kategori kurang sebesar 3,2%. Sikap mahasiswa didapatkan sikap dengan kategori baik sebanyak 98,4% dan kategori cukup sebanyak 1,6%. Perilaku mahasiswa didapatkan dengan kategori baik sebanyak 84,1% dan kategori cukup sebanyak 15,9%. Sebagian besar responden yaitu 69,0% memiliki tingkat pengetahuan cukup serta sikap yang baik dan sebanyak 57,9% responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan perilaku yang baik. Kesimpulan yang didapatkan dari studi ini adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara angkatan 2017 memiliki tingkat pengetahuan yang cukup, sikap yang baik dan perilaku yang baik mengenai skabies. Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa dengan tingkat pengetahuan yang bervariasi, mahasiswa memiliki sikap dan perilaku yang baik mengenai skabies.
Copyrights © 2021