Di Indonesia prevalensi anemia ibu hamil terus meningkat hingga mencapai 48,9% pada tahun 2018. Anemia ibu hamil berkaitan dengan mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi. Kabupaten Mojokerto adalah daerah dengan Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi dan Kabupaten Sidoarjo adalah salah satu daerah dengan cakupan layanan komplikasi kebidanan terendah di Jawa Timur. Semakin sering seseorang hamil dan melahirkan, semakin rendah cadangan zat besi dalam tubuhnya dan semakin besar resiko untuk menderita anemia yang lebih berat pada kehamilan berikutnya. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui prevalensi anemia dan kadar Hb ibu hamil multipara agar dapat menurunkan angka kejadian kehamilan beresiko di Indonesia pada masa mendatang. Studi deskriptif ini dilakukan di RS Citra Medika Sidoarjo dengan menggunakan 50 data rekam medis ibu hamil multipara yang dipilih dengan metode consecutive sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa 52% dari 50 responden menderita anemia dan nilai rerata kadar Hb responden berada di bawah nilai normal (10,8 g/dl). Nilai rerata kadar Hb semakin menurun seiring meningkatnya jumlah paritas ibu, yaitu sebesar 10,81 g/dl pada kelompok paritas 2; 10,76 g/dl pada kelompok paritas 3; dan 10,17 g/dl pada kelompok paritas 4. Pada 26 responden ibu hamil multipara dengan anemia, mayoritas menderita anemia derajat sedang (50%) dan anemia mikrositik hipokrom (53,8%). Nilai rerata Indeks Eritrosit berada di bawah normal dengan nilai rerata MCV sebesar 79,86 fL, MCH sebesar 26,39 pg, dan MCHC sebesar 33,03 g/dl.
Copyrights © 2021